dari JORDAN, ke OUTERSPACE, lalu ke BARCELONA

dila curcol, just our thoughts May 20th, 2009

Perutku sakit dan badanku agak mriang… Bawaannya malesss banget hari ini. Mana di luar mendung dan besok libur. AH. Tapi aku mau memaksa dirikuh untuk menulis tentang film yang kemaren (duluuuuuu) sempet aku tonton, keburu lupa..

Ceritanya 2 minggu yang lalu aku nonton beberapa film sebage celebration hidupnya kembali adaptorku. Mampir ke Ezy, seperti biasa, pinjem beberapa film. Nontonnya simultan, mulai dari malam minggu sampe minggu malam, 2 minggu yang lalu. Yaa, ngga simultan amat sih. Sambil kepotong siaran, nyuci, telponan, bengong, solat, baca buku, makan dan tidur pastinya…

———

BODY OF LIES — Meet Leonardo DiCaprio, once again dengan setelan lusuh, liar dan fasih berucap ‘Assalamualaikum’ :D Satu lagi film yang berlatar belakang konflik Timur Tengah, jihad melawan kaum kafir, campur tangan Amerika and everything in between. Yep, pasca 9/11 film beginian memang lumayan banyak, macem Black Hawk Down dan The Kingdom. Yang satu ini nuansanya juga masih tetep sama, tentang Amerika yang tersetting punya teknologi dan andil besar dalam menciptakan world’s peace, dengan menumpas yang mereka sebut teroris (teroris muslim, to make it clear).

Film yang satu ini settingnya di Irak-Yordania. Tentang jihad membabi buta yang ter-misinterpretasi-kan oleh para teroris, dan sang jagoan Amerika yang terbagi hatinya, antara tanah timur tengah yang mulai dia cintai, dan negaranya sendiri yang ternyata tujuannya tidak terlalu mulia dan cenderung memperalat si jagoan. Dan di akhir cerita, si jagoan menentukan sikap.

Tapi film ini seru kok. Jalannya ngga terlalu cepet, juga ngga terlalu lambat. Unsur kausalitasnya okelah. Actionnya juga mantap, yaaaah khas Hollywood banget lah, dengan Langley, unmanned aerial vehicle dan control room yang gelap, canggih, dengan satu-satunya sumber cahaya adalah layar komputer. Terekomendasikan olehku, terutama buat kamu yang suka isu-isu teroris macem gini.

THE DAY THE EARTH STOOD STILL — Sebuah film remake dari film tahun 1951. Rebuild dengan teknologi yang lebih jreng (pastinya) tapi dengan jalan cerita yang ngga jauh berbeda. Ada bedanya dikit sih, lumayan signifikan malah. Tapi 2 tokoh ikoniknya : GORT dan KLAATU, tetep ada kok, dengan bentuk yang lebih modern pastinya. Sayangnya si Klaatu, menurutku, terlalu humanis disini. Character buildingnya itu lhow, kurang dinginnnnnn gituh.

Trusss, entah kenapa aku juga kurang sreg sama karakter mbak Jennifer Connelly disini. Mmmm, agak berasa ngga makna gitu. Tidak cukup kuat untuk membuat Klaatu terkonek sama dia. Kenapa harus dia? Apa karena dia yang paling peduli? Tapi ngga dapet ajah chemistry-nya. Hmmm, menurutku lho ya.

Tapi ide abominationnya lumayan okeh kok. Dengan mengangkat tema Noah Arc, kemudian penghancurannya dengan bentuk self-replicating insect-like yang menggelora dan meluluhlantakkan apa saja yang mereka lewati. Sayang endingnya kurang nendyyyang. Kurang mantep. Coba deh tonton, nendyang ga kira-kira menurutmu?

VICKY CRISTINA BARCELONA — Jatuh cinta deh sama witty-nya film ini. Aneh tapi indah. Aku suka setiap helaan napas pemerannya, ketika narasi khas Woody Allen-nya mengalun (jiahhhh) dibelakang. Nuansa Catalunya Barcelonanya. Bahkan wardrobe pemerannya yang begitu effortlessly, chic. Lagu-lagunya, musiknya… Bikin senyum-senyum aja gitu rasanya.

Ceritanya sederhana, tapi memang narasinya perlu sedikit dicerna. Sedikit aja, ngga terlalu susah, dan kemudian kita akan mengenali kalo hal yang disampaikan possibly happen to us.

Oh satu lagi, aku ngga pernah terlalu suka sama Penelope Cruz sebelumnya. Tapi entah kenapa, di film ini, melihat Penelope dengan baju belepotan cat, ngerokok dan meracau dengan bahasa Spanyol… SO DAMN SEXY! Kalo Scarlett Johansson.. undeniable lah ya. Cleavage-nya kemana-mana. Kenapa bisa segede itu sih?? Hehehehe. Javier Bardem-nya juga sex appealnya begitu keluar.

Yang paling kena di film ini adalah terminologi : “Cristina tidak pernah tahu apa yang dia mau, tapi dia tau pasti apa yang dia tidak mau”. It’s so us ngga sih? Singkat kata film ini begitu witty, but warmhearted.

———

Yah, itu aja dulu deh. see you in another karepku-dhewe-movie-review :) aku mo nyari makanan ah.. tiba-tiba laper nihhh. makan yuk?