yang TERCECER sejak 2 MINGGU yang lalu

dila curcol, love, live & everything June 3rd, 2009

selain beberapa film yang aku tonton di akhir pekan, sempat ngga ngeblog aga lama. yaaah, sapa tau ada yang pengen tau kabarku gitu. hihihi emang ada gitu? so these are couple of thing happens to me. review film di post lain aja yah…

1. TERINTIMIDASI FACEBOOK

Maksudnya terintimidasi melihat profil orang-orang sukses. Orang-orang itu adalah teman-temanku, kenalanku, dan siapapun yang tampaknya sudah move on from their old life. Not so me at all. And thank you very much to Facebook that make everything even more clearer. Membuat mataku silau, hatiku galau. What the hell am I doin here?

Yahh, cerita lama sih. Seperti kata Oliph tercinta, yang harus aku lakukan hanyalah BERDAMAI DENGAN KENYATAAN. So, kenyataan, wherever you are, DAMAI YUK!

2. JOGJA-REMBANG-JAKARTA

basi sekali informasi yang satu ini. tapi yaah, mesti konsisten sama judul blog dong. memang ini yang terjadi 2 minggu kemaren. sempet bikin badan agak-agak pegel. kalo ke Jogjanya teh udah di postingan kemaren ya. nah gara-gara ke Jogja itu, imbasnya, banyak ngutang siaran yang ngebayarnya pake Kotkit mulu. Pas banyak begadangan, brangkat siaran subuh, badan ngedrop, eh diajakin si Radith ngemsi di Rembang 2 hari, full ngemeng, di alun-alun yang puanasnya pol. Well am not that kind of girl who afraid of the sun, tapi yang dari Rembang itu emang luar biasa bikin aku jadi kelam dan belang. hadeuuuh. sampe sekarang juga belom recover. ah tapi ya sudahlah.

habis dari Rembang sebuah kabar mengharuskanku ke Jakarta. Pergi ke Jakarta edisi hectic, brangkat malem pulang malem besokannya. Less than 24 hours, bahkan ketemu si monyong juga cuma 20 menitan doang, tanpa rencana. Sayang kepergian ke Jakarta ngga mengubah apapun. Malah kaya’nya bikin orang yang bersangkutan jadi kecewa. hiks. maapkan saya. that’s not my intention at all. Dan tinggallah saya, dazed, confused dan kecapekan.

3. UDAH LAMA NGGA SENAM

Ho oh, senam yang itu. Yang biar sehat itu. Turun berat badan mah just a compliment. Yang penting keringetan. Tapi sejak siaran 7PM hari Selasa, dan banyak iniitunggajelasyangmembuatkucapek akhirnya aku jadi jarang senam. Padahal selama ini aku cuma bisa ikut kelas Selasa & Jumat yang ada sesi jam 6 sorenya. Hari lain paling sore adanya jam 4.30. Jam segitu mah belom pulang, masih rekes-rekes di meja bunder. Kalo mau langsung dari studio kok males bawa segala tetek bengek. Paling enak ya Selasa Jumat, jam 6. Dari studio jam 5, balik dulu naro barang, ganti baju baru capcus, ke tempat senam.

Ah, apa aku harus ganti tempat senam? Yang di depan Java tuh kaya’nya enak. kelasnya ada yang sampe malem. tapi jauh dari rumah. hayah. kaya’nya emang akunya yang lagi malassss.

4. URGENTLY NEEDED : BERSIH-BERSIH KAMAR

My room is disaster. Ngga cuma berantakan tapi juga kotor berat. Cucian juga lagi banyak. kertas-kertas, debu, bungkus-bungkus jajan, and those spiderweb at the corner! ohmigod. But somehow aku pulangnya malem terus. Jadi ngga sempet beberes mulu. HAAAH. Excuse mulu nih akunya.

tapi emang ngga ada tempat senyaman rumah. lebih spesifiknya : ngga ada tempat senyaman kamarku nan berantakan itu. whenever i want to dissapear from everybody’s sight, paling enak ya pulang ke kamar. ketemu si bebek kuning tercinta yang nungging di atas kasur, hummm bawaannya pengen nguyel-uyel. pengen nguyel-uyel yang ngasih juga sih. tapi berhubung ga ada ya representatipnya dulu deh. itu bebek emang top deh. segala ilerku, keringetku, airmataku udah dia rasain semua. udah mulai kempes dan berdebu (secara dia penghuni kamarku yang mawut itu), si bebek tetep jadi yang bikin pengen pulang, glinding glinding di kasur. hihi, excuse lagiiii.

demikian suasana hatiku belakangan ini. tak menentu sebagaimana layaknya abege labil. AAAAAAAAAGGGGGGGHHHHH.

pengennya NGGA PANIK, tapi tetep PANIK

dila curcol, mockingmockingmocking June 1st, 2009

soalnya…

T A U - T A U  U D A H  B U L A N  J U N I !

AW. Crap.

dari JORDAN, ke OUTERSPACE, lalu ke BARCELONA

dila curcol, just our thoughts May 20th, 2009

Perutku sakit dan badanku agak mriang… Bawaannya malesss banget hari ini. Mana di luar mendung dan besok libur. AH. Tapi aku mau memaksa dirikuh untuk menulis tentang film yang kemaren (duluuuuuu) sempet aku tonton, keburu lupa..

Ceritanya 2 minggu yang lalu aku nonton beberapa film sebage celebration hidupnya kembali adaptorku. Mampir ke Ezy, seperti biasa, pinjem beberapa film. Nontonnya simultan, mulai dari malam minggu sampe minggu malam, 2 minggu yang lalu. Yaa, ngga simultan amat sih. Sambil kepotong siaran, nyuci, telponan, bengong, solat, baca buku, makan dan tidur pastinya…

———

BODY OF LIES — Meet Leonardo DiCaprio, once again dengan setelan lusuh, liar dan fasih berucap ‘Assalamualaikum’ :D Satu lagi film yang berlatar belakang konflik Timur Tengah, jihad melawan kaum kafir, campur tangan Amerika and everything in between. Yep, pasca 9/11 film beginian memang lumayan banyak, macem Black Hawk Down dan The Kingdom. Yang satu ini nuansanya juga masih tetep sama, tentang Amerika yang tersetting punya teknologi dan andil besar dalam menciptakan world’s peace, dengan menumpas yang mereka sebut teroris (teroris muslim, to make it clear).

Film yang satu ini settingnya di Irak-Yordania. Tentang jihad membabi buta yang ter-misinterpretasi-kan oleh para teroris, dan sang jagoan Amerika yang terbagi hatinya, antara tanah timur tengah yang mulai dia cintai, dan negaranya sendiri yang ternyata tujuannya tidak terlalu mulia dan cenderung memperalat si jagoan. Dan di akhir cerita, si jagoan menentukan sikap.

Tapi film ini seru kok. Jalannya ngga terlalu cepet, juga ngga terlalu lambat. Unsur kausalitasnya okelah. Actionnya juga mantap, yaaaah khas Hollywood banget lah, dengan Langley, unmanned aerial vehicle dan control room yang gelap, canggih, dengan satu-satunya sumber cahaya adalah layar komputer. Terekomendasikan olehku, terutama buat kamu yang suka isu-isu teroris macem gini.

THE DAY THE EARTH STOOD STILL — Sebuah film remake dari film tahun 1951. Rebuild dengan teknologi yang lebih jreng (pastinya) tapi dengan jalan cerita yang ngga jauh berbeda. Ada bedanya dikit sih, lumayan signifikan malah. Tapi 2 tokoh ikoniknya : GORT dan KLAATU, tetep ada kok, dengan bentuk yang lebih modern pastinya. Sayangnya si Klaatu, menurutku, terlalu humanis disini. Character buildingnya itu lhow, kurang dinginnnnnn gituh.

Trusss, entah kenapa aku juga kurang sreg sama karakter mbak Jennifer Connelly disini. Mmmm, agak berasa ngga makna gitu. Tidak cukup kuat untuk membuat Klaatu terkonek sama dia. Kenapa harus dia? Apa karena dia yang paling peduli? Tapi ngga dapet ajah chemistry-nya. Hmmm, menurutku lho ya.

Tapi ide abominationnya lumayan okeh kok. Dengan mengangkat tema Noah Arc, kemudian penghancurannya dengan bentuk self-replicating insect-like yang menggelora dan meluluhlantakkan apa saja yang mereka lewati. Sayang endingnya kurang nendyyyang. Kurang mantep. Coba deh tonton, nendyang ga kira-kira menurutmu?

VICKY CRISTINA BARCELONA — Jatuh cinta deh sama witty-nya film ini. Aneh tapi indah. Aku suka setiap helaan napas pemerannya, ketika narasi khas Woody Allen-nya mengalun (jiahhhh) dibelakang. Nuansa Catalunya Barcelonanya. Bahkan wardrobe pemerannya yang begitu effortlessly, chic. Lagu-lagunya, musiknya… Bikin senyum-senyum aja gitu rasanya.

Ceritanya sederhana, tapi memang narasinya perlu sedikit dicerna. Sedikit aja, ngga terlalu susah, dan kemudian kita akan mengenali kalo hal yang disampaikan possibly happen to us.

Oh satu lagi, aku ngga pernah terlalu suka sama Penelope Cruz sebelumnya. Tapi entah kenapa, di film ini, melihat Penelope dengan baju belepotan cat, ngerokok dan meracau dengan bahasa Spanyol… SO DAMN SEXY! Kalo Scarlett Johansson.. undeniable lah ya. Cleavage-nya kemana-mana. Kenapa bisa segede itu sih?? Hehehehe. Javier Bardem-nya juga sex appealnya begitu keluar.

Yang paling kena di film ini adalah terminologi : “Cristina tidak pernah tahu apa yang dia mau, tapi dia tau pasti apa yang dia tidak mau”. It’s so us ngga sih? Singkat kata film ini begitu witty, but warmhearted.

———

Yah, itu aja dulu deh. see you in another karepku-dhewe-movie-review :) aku mo nyari makanan ah.. tiba-tiba laper nihhh. makan yuk?

jogja MOVIE MARATHON

dila curcol, love, live & everything May 18th, 2009

Like i’ve said before, aku lagi pengen keluar dari rute “rumah-studio-kadang video ezy-kadang indomaret-kadang tempat senam”.

Dari ngemeng-ngemeng ngga penting tiba-tiba tercapai kesepakatan antara aku, mas Nuno, dan Oliph, buat pergi ke Jogja. Akunya hayuk ajah. Apalagi my main intention adalah nonton ANGELS&DEMONS, WATCHMEN dan X-MEN ORIGINS:WOLVERINE yang ga keputer-puter di Semarang. Sempet agak kaget sih pas deket-deket hari H ngeliat koran.. di STUDIO 3 film itu ILANG SEMUA! Untung Oliph sungguh pintar, dia ngecek 21cineplex.com dan ngeliat list film XXI yang emang ngga dipasang di koran.. ehhh, itu 3 film available semua. Huzzah! Brangkat ke Jogja! Mas Nuno ngajak Wahyu, dan disana kita bakal ketemu si temen baeknya Oliph yang setia menemani kami semua. Hehehehe

Kita berangkat Sabtu sore. Tapi beginilah kalo badan udah keforsir, tapi jiwa pengennya klayapan. Udah naek bis Nusantara, ehh, akunya muntah-muntah… Frankly aku bukan  tipe orang yang ga bisa naek bis. Orang 13 jam naek bis ke Bali aja no problem. Tapi apa mau dikata, akumulasi dari 2 hari keujanan, 3 hari begadangan membuatku terpaksa throw up di atas bis. Hadeuhh.. Tapi tenang aja, muntahnya cantik dan tersembunyi *appa coba* hihihi. Udah gitu, sepanjang ke Jogja, giginya nyut-nyutan sampe bikin kepala pusing dan leher kenceng.

Thanks God sampai Jogja dengan selamet sekitar maghrib gitu deh… Ketemu si mas temennya Oliph, naro barang di penginepan, makan dan kita langsung hit the cinema jam 9 malem. Menu kita malam itu :

X-MEN ORIGINS:WOLVERINE Huaaahhh. Sebuah film yang begitu ruaarrr biasa. Baik dari segi special effect, maupun dari segi plot. Begitu dahsyat, rapet dan ngga ngebosenin. Fakta soal masa kecil Wolverine yang cakarnya tadinya berbentuk tulang, trus baru jadi adamantium lately juga menarik.

Tapi buat aku, that’s it. Ya bagus, but that’s it. Sebuah film hollywood keren, but that’s it. The gunfight, the vehicle-chase, the mutanish-thing are great, but that’s it. Bukan tipe film yang nempel di hati. Yang mungkin aku tidak akan ingat detilnya beberapa tahun lagi. Tapi bukan berarti ga worthed buat ditonton yah, film ini oke, terutama kalo kamu udah kesengsem sama X-MEN. Film ini akan memberikan anything-jawdropping, lebih dari instalasi X-MEN yang udah-udah. Tapi buat aku pribadi, yang paling keren tuh adegan Logan dan Victor di opening credit, dan survived American Civil War, World War I, World War II, and the Vietnam War. Hohoho, begitu gagah dan nyeni. Oh ya… yang pengen liat Hugh Jackman lari-lari telanjang??? Jangan lewatkan film ini!

Habis nonton Wolverine, di luar ketemuan sama Bang Ade! Luarrr biasa abang kita yang satu ini lho. Habis syuting, cabut dari Semarang jam 9 malem, bawa mobil SENDIRIAN! Nyampe Jogja setengah 11an. Ih, edun ya. Akhirnya kita makan (lagi), ngobrol2, rekes2, trus bobo. I WISH. Soalnya nyampe di kasur setengah 1 pagi, cuma bisa glinding2 ga jelas gara2 sakit gigi sampe jam 3 pagi! Udah nelen Ponstan, Buscopan berkali2 tapi masih sakit. Untungnya habis itu ketiduran sendiri…

Paginya (tepatnya siangnya, jam 10 pagi lewat.. hihihi) kita jalan ke Malioboro. Ngga niat belanja sih.. Pengen ngirit dan keinginanku belanja lagi terdistract sama sakit gigi yang never ending. Lagian kita juga belanjanya keburu-buru, soalnya jam 12 we roll to the cinema to watch :

WATCHMEN– Film sederhana yang dikemas dengan lumayan rumit. Ada flashback di dalam flashback. Minim narasi yang menjelaskan dengan gamblang. Yang ada narasinya Rorschach yang bikin tambah mikir (dasar sosiopat!). Untungnya aku ketolong karena udah pernah ngereview nih film, jadi ngeraba-rabanya ga terlalu hopeless. Begitu suram, tapi kaya makna visual. Iyalah, secara digarap sama Zack Snyder, visionary director of 300 gitu loh! Tapi entah mengapa, film ini begitu nempel di hati. Apalagi secara visualnya. Nuansa politis Cold War berpadu warna-warna yang pastel, darah yang merah dan gerakan slow motion yang begitu jumawa.

Oh ya, dan yang lebih nempel lagi adalah karakter Rorschach, he’s my favourite, meskipun wondering gimana itu inkblot di topengnya bisa berubah-ubah bentuk. Mengingat di antara anggota Watchmen, yang bukan manusia kan cuma Dr. Manhattan, yang lainnya manusia biasa, termasuk Rorschach. But hell i care : pokoke SANGAR! Oh ya, kalo mo nonton film ini ada 3 pesenku : (1) ngga usah ngajak anak kecil, (2) jangan mengharap film superhero yang sekedar boom-boom-pow, dan (3) coba cari info dulu soal cerita film ini, hehehe.

Kelar nonton jam setengah 3, keluar dulu, say gudbay sama bang Ade, soalnya dianya mo pulang duluan ke Semarang. Makan, solat, jam setengah 4 lanjut lagi nonton :

ANGELS&DEMONS Sebuah film yang menutup movie marathon kami dengan cantik. Komposisinya begitu pas. Tidak terlalu implisit kaya’ Da Vinci Code ngga juga terlalu eksplisit. Tidak terlalu komersil, tapi tidak pula terlalu edgy. Setting conclave di Vatikan tidak terasa terlalu sensitif, tapi tidak juga terlalu datar. Pas ajalah serunya. Riddle-nya juga tidak serumit Da Vinci Code, tapi tetep oke kok dan bikin kita yang ngga tau jadi ternganga dengan segala fakta sejarah itu. Phew.

Dan segala keindahan kota Vatikan itu.. Ohh semakin membuatku ingin pergi ke tempat yang jauh. Anywhere lah, pokoknya yang kerjaannya cuma hunting foto dan nulis. Dan dibayar. Hehehe.

Tapi ada satu movie cliche yang se-cliche-cliche-nya deh disini. Bahwa : “Orang yang terlihat selalu meng-confront si pemeran utama, biasanya adalah orang baik. Dan orang yang terlihat baik, ternyata adalah villainnya” *SPOILER ALERT!!* Jiahahahaha! To sum it up : ini film recommended deh.

Kelar nonton Angels&Demons, jam 6 sore. Minggu malem. Besokannya kita ngantor. Dan kita udah tau kalo kita keabisan tiket JogloSemar. Gilanya kita masih haha-hihi, makan, santai-santai. Padahal kita mo ngeteng bis ke Solo dulu, baru lanjut ke Semarang.

Alhasil kita baru capcus dari Jogja jam setengah 8! Edunn ya. Nyampe Solo jam setengah 9, ngetem luamaaaaa, baru take off *cieehh* jam 9 ke Semarang!! Bisnya penuh, panas, mana gigiku nyut-nyutan lagi. Untung ga pake muntah2 lagi. Bisa repot ntar. Nyampe banyumanik jam setengah 12 malem, itu masih harus ngangkot ke bawahhhh! Apalagi motorku aku parkir studio sejak Sabtu kemaren. Jadilah tengah malam buta aku berkendara sendiri ke Sampanga. Sampe rumah jam setengah 1. Oh God. Letoy.

But i didn’t regret it. It was so much fun we’ve been through back in Jogja. Kapan-kapan lagi yuuuk. Janji ga pake masuk angin dan sakit gigi lagi deh :)

me versus BAPAK-BAPAK PLN

dila curcol May 12th, 2009

tadi malam, approx. jam 19.30, lagi nonton BODY OF LIES, tiba-tiba PETTT! Lampu mati. Ditunggu-tunggu ngga nyala, eh tau-tau iseng aja, pengen nelpon PLN ahh. Biasanya sih ngga pernah ngadu-ngaduin gitu, tapi semalem ngga tau deh, pengen aja.

Nelpon 108, nanya nomer telpon pengaduan PLN daerah Semarang Selatan, trus langsung deh aku telpon.  Telepon diangkat oleh sepertinya oleh seorang bapak, dengan logat kejawen tapi terdengar enerjik dan bersemangat. Dan inilah percakapan antara aku (A) dan bapak operator PLN (BO) :

A   : halo, malem pak.

BO : malem.

A   : saya mo ngelaporin listrik padam di daerah Sampangan pak.

BO : iya, emang lagi mati lampu. ibunya denger ledakan?

A   : engga sih pak, tau-tau mati aja. padahal ngga ujan juga.

BO : baik ibu, petugas kami sudah dikerahkan ke lapangan.

TUNGGU AJA NANTI JUGA NYALA SENDIRI.

A : *terdiam sesaat* oh oh.. iya pak, makasih ya..

Telepon ditutup.

Ho oh pak, ngerti deh kalo maksudnya lagi diusahaain, dibenerin gitu. Tapi kalimat “Tunggu aja, NANTI JUGA NYALA SENDIRI” itu lumayan kocak.

Dan akupun senyam-senyum dalam kegelapan… :)

itu kan DESTRUKTIF, ngga KONSTRUKTIF…

dila curcol May 11th, 2009

Who put the weight of the world on my shoulders?
Who put the lies in the truth that you sold us?

Lost behind a silver screen
are all the things you could’ve been to us

So don’t try to fuck up my head with your problems
I’m just tryin’ to fix up my bed in the doldrums

Lost behind a silver screen
are all the things you could’ve been in Love and Life soooooo

Help me out my friend
My head just started to hurt
I won’t pretend
I’ve got all of the time in the world so
So now he’s gone
all alone in his own universe
I still walk on
‘Til I hold you within my world

So help me out my friend
My head just started to hurt
I won’t pretend
I’ve got all of the time in the world so
So now he’s gone
all alone in his own universe
I still walk on
‘Til I hold you within my world

Who put the weight of the world on my shoulders?
Who put the lies in the truth that you sold us?

OASIS | who put the weight of the world on my shoulders?

BOLLYWOOD in action (rrrrrrreal actionnn…)

dila curcol, just our thoughts May 7th, 2009

am never being the biggest fan of bollywood movies. Bukan karena sok jaim ato apa, toh terbukti beberapa film Bollywood memang punya kualitas. Lagian terbukti juga kalo banyak penyiar sini yang sukkkaaaa sama film Bollywood. Sampe dibela2in minjem VCD-nya, ato savoring rangkaian sinema Bollywood di salah satu tipi swasta. Entah karena nyanyiannya, tariannya yang sambil pegangan benda-benda tinggi (tiang listrik, pohon dsb), sampe aktor aktrisnya yang sex-appealnya melimpah ruah. Yang pasti sih aku ngga nyela orang suka film Bollywood, just do your thing, tapi aku ngga ikutan :)

Tapi sesuatu menggelitik hatiku semalem. Ketika aku ngambil air putih buat dibawa ke kamar dan aku ngelewatin tipi. I saw this Bollywood movie trailer. Aku terhenti dan terdiam. Terhenti dan terdiam lamaaaaaa banget. Ternganga. Terpaku. Film Bollywood itu berjudul DHOOM : 2, dengan tagline BACK IN ACTION. Resensi dan semua-muanya bisa kamu klik disini. Termasuk kenyataan bahwa ini film sekuel. Sebuah film action yang bertabur bintang Bollywood, tapi tetep dengan tari-tarian. Aku sungguh ngga bisa menggambarkan perasaanku, just feel free buat ngeklik link trailer ini. The trailer just left me speechless. Jawdropping.

Sebagai preview, aku kasih film posternya deh :

YES. This is it. The pose. The typo of the title. The tagline. The flare. The matrix nuance. Oh, and the acronym of the title is “D:2″. GOT THE POINT?? No my friends, no, this is real. This is really happens. NOOO. No, aku ngga bilang ini ridiculous, it’s just… REALLY HAPPENS. Aku terpaku, terdiam. WOW.

Iseng-iseng googling, ternyata trailer DHOOM : 2 ini sempet menjerumuskan orang-orang yang pengen nyari tau soal sekuel film di bawah ini :

Dan merekapun kecele… Dan aku yakin sekarangpun di kepala mereka sedang terngiang-ngiang lagu : “Dhoom machale, dhoom machaleeee..” Just like me. CRAP.

ps : remember “the-TV-junkie-mbak-kos-of-mine”? Dia yang ada di depan tipi ketika aku melihat trailer Dhoom:2. Sementara aku ternganga, guess what? Dia tersenyum-senyum sambil sesekali MEMEKIK-MEKIK KECIL ketika Hritik dan Abhisek bersalto, menembakkan pistol dan.. menari..

KESABARAN berbuah manis (80an banget ga sih?)

dila curcol May 6th, 2009

A MONTH! It’s been a month! aku menanti datangnya adaptor buat laptopku dan akhirnya… hari ini… ADAPTOR LAPTOPNYA DATANGGGG! Hiks, hiks, ini adalah air mata bahagia.. *lebay ah*

Tapi sebelum aku berbagi kebahagiaan, aku mo flashback dulu ke 1 bulan yang lalu. Ketika adaptor laptopku mogok ngasi suplai listrik ke batere laptopku, entah kenapa. Datanglah aku ke acer center di ruko mataram situ. Dibilang harganya sekian, tapi harus indent dulu dari Jakarta, ngga tau berapa lama. Okelah, gapapa. Ngasi DP, trus menantilah aku dengan tenang, sampe adaptornya datang.

Sehari, dua hari, seminggu, tiga minggu.. Kok lama juga ya. Tiap di-confirm katanya di Jakarta emang belom ngasi kabar. Jengah juga tiap hari jadi parasit adaptor di kantor, dan kalo di rumah ngga bisa ngapa-ngapain. Kegiatan nonton film terhambat total.

Suddenly, entah dapet ilham dari mana aku iseng telpon ke acer center jakarta, and they said kurang lebih like : “disini READY STOCK kok mbak, malah orderan dari Semarang BELOM ADA, biasanya sih mereka NUNGGU KUOTA dulu baru order..” WTF??!! Langsung dong aku confirm ke acer sini, dan mereka tetap menjawab dengan inosen such as : masa sih mbak? emang belom ada kok? kok bisa gitu sih? and bla bla bla. Intinya kesabaranku sudah habis.

Akhirnya aku minta tolong Terry buat beli langsung di Jakarta. Tadinya aku ngga mau ngerepotin dia, secara jadwalnya begitu padat merapat, tapi kondisinya sudah semakin irritating dan frustating. Terry beli, dan dikirim kemaren, hari ini nyampeee.. Hohoho senangnya.

Perkara dengan acer semarang, aku udah bodo amatlah. Tapi, ketika aku dateng ke sana buat ngebatalin indent dan ngambil duit DP, satu keanehan terjadi. Mbak-mbaknya bilang gini : “mmmm, mbak, ternyata baruu aja kita dikontak lewat YM dari Jakarta, katanya adaptornya SIAP DIKIRIM. Gimana jadi dibatalin mbak?”. IIIH???? Apppa seehhh??? Akhirnya, dengan dagu tetap terangkat tinggi akupun berkata : “Ngga usah mbak, saya UDAH BELI dari Jakarta.” Trus aku balik ke studio, tadi, 1 jam yang lalu, dan mendapati paket dari Terry udah nyampe. HUURRAAYYY.

Dan dalam kesempatan ini aku mo berterimakasi sama teman-teman yang udah rela aku bajak adaptornya selama 1 bulan terakhir :

VIA (oknum1) yang selalu aku tanyain tiap mo ke studio “bawa laptop ga?” biar bisa aku pinjem adaptornya; MAS DANIEL (oknum2) yang laptopnya cuma bisa bertahan 3 menit tanpa adaptor tapi tetep rela minjemin aku adaptor dan alhasil kerjaannya terhambat; juga OLIPH (oknum3) pemilik laptop dengan merk beda tapi ber-spek sama, yang berbaik hati membiarkan adaptornya tak bawa pulang.

The last but not least tentunya buat TERRY yang udah nyempetin waktunya yang sedemikian hectic, di sela-sela diskusi, book surgery, bikin tugas, presentasi etc etc buat beliin aku adaptor. Makasih ya bi :)
—-

—-

—-

*asiiik bisa nonton film lagi*

it’s not easy to be ME

dila curcol, love, live & everything May 5th, 2009

katanya kebahagiaan itu tergantung pola pikir kita. happiness is about state of mind. jika kita bersyukur, rendah hati, mawas diri, maka kebahagiaan itu akan terasa, seperti apapun kondisi kita.


tapi tolong beritahu aku, apa obat untuk gundah hati? apa antidot untuk rasa tak dimaui? apa penawar untuk resah tak bertepi? atau saat aku merasa sungguh tak berarti?

begitu banyak hal yang belum kulakukan… lalu kenapa harus ini dan ini lagi yang kurasakan? akupun lelah dengan diriku sendiri, dengan otakku yang sudah lama mati, dan jiwaku yang terlalu mengintimidasi.

aku sungguh merasa tak berarti. tak percaya diri.

aku sungguh merasa tak berdaya. tak ada gunanya.

apresiasi itu. apresiasi semacam itu. tak layakkah aku mendapatkannya?

aku ingin optimis. tapi benarkah aku patut menjadi optimis? setiap premis membuatku miris dan logikaku teriris.

ah. aku cuma ingin pulang dan menangis.

satu tambah satu sama dengan DUA MASALAH

dila curcol, mockingmockingmocking May 2nd, 2009

ohmaiGod.

it just happens twice, in less than 24 hours.

is it that easy? more of it.. IS IT TRUE??

GOD.

my world cannot get anymore smaller.