What Happens in VEGAS ain’t stays in VEGAS

dila curcol, just our thoughts, mockingmockingmocking February 9th, 2009

So this is a proof that I’m still a normal girl.

I might not so into the pink colour. I might not put make up daily in my face. I might not carrying tote bag. I might not wear lace or bow. I might not stomp with the heels. I might not watch Twilight, yet.

But I watch WHAT HAPPENS IN VEGAS and getting termehek-mehek. Seriously.

Ngga banyak film drama komedi romantis yang ‘menggerakkan’ hatiku. I watch couple of them, tapi seringnya sih ngga nempel di hati. Malem kemaren aku nonton WHAT HAPPENS IN VEGAS, and just got UGH..

Plotnya sih standar drama komedi romantis, linear naratif tiga babak : Masalah – Konflik – Konfrontasi Akhir sekaligus Resolusi. Tentang Joy McNally yang barusan diputusin sama tunangannya karena kelewat uptight dan Jack Fuller yang barusan dipecat karena kelewat selenge’an. Mereka mau buang stress, ketemu di Vegas, mabok dan menikah di White Chapel Vegas. With a funny way, koin punya Joy dan Jack yang memutar slot mesin Jackpot, mereka menang 3 juta dollar. Masing-masing ngga mau ngebagi duitnya tapi udah terlanjur nikah. And what happens in Vegas ain’t stays in Vegas. Pastinya mereka pengen cerai dong. Tapi pengadilan bilang mereka harus berusaha mempertahankan pernikahan sebelum cerai, living together in 6 mos atau duitnya malah angus sama sekali. Dan sudah bisa ditebak, dari idup bareng terpaksa itu, akhirnya Joy dan Jack beneran jatuh cinta.

Standar bukan? Aduh, tapi itu chemistry Cameron Diaz dan Ashton Kutcher-nya yang ngga nahan. Mata tanpa-sadar-aku-sudah-jatuh-cinta-nya itu lho yang ngga nahan. And being chased by someone who loves you even you never tell him where you going, but he still find you? OHMAIGOD! Saya termehek-mehek sungguh.

Apalagi saya nonton film itu tanpa pretensi apa-apa, di suatu malam ketika.. I feel so broken inside. When I feel that I always chasing, not being chased. Itunya kali ya yang bikin termehek-mehek? Tau deh. Yang pasti saya sedang merasa capek. Capek ngejar tapi ngga pernah dikejar. Dan ketika ngga ngejar, ternyata kesalahan juga. Saya dibilang mau menang sendiri. And now I feel so broken inside. Perasaan saya persis sama ketika dia bilang dia benci sama saya, waktu itu. It’s just broke me inside. God.

Ps : si mbak bernama Lake Bell yang meranin Tipper, BFF-nya Joy di film ini lucu juga ya? So cynical but faithful. Saya suka karakter semacam ini. Oh dan sepertinya ada satu misplace editing di film ini. Coba cari deh. Atau mungkin mata saya yang sliwer?

Anyway, sebelum nonton What Happens in Vegas saya nonton BLACK HAWK DOWN. Another film jaman dulu yang tidak tertonton oleh saya pada masanya, karena keterbatasan akses nonton film. Yang selama 3 tahun saya lihat posternya gede nempel di dinding kamar kos Terry tapi selalu lupa buat saya sempetin pinjem VCD-nya.

Ternyata film yang konon based on true event ini sangat keren. Eh, keren bukan kata yang pas sih kaya’nya. Hati saya bergetar, tepatnya (tsaaah..). Ternganga karena adegan perangnya. Tegang ngikutin alur strateginya. Sekaligus haru sama sisi humanis film ini. Melihat dari dua sisi. Dari tentara Amerika yang mengintervensi perang orang (yang juga selalu dihujat dunia), dan dari sisi Negara setempat yang begitu peduli sama perang itu sendiri, sampai-sampai nasib warga sipil yang ngga ngerti apa-apa dilupain. Hmm, pantes Terry suka sama film ini. Yah, meskipun unsur tembak-tembakannya aja udah cukup buat mas monyong tersayang yang satu ini.

Oh ya, di film ini Orlando Bloom still nobody ya. Perannya ngga penting (atau mungkin malah yang paling penting, karena dia yang memicu Black Hawk pertama jatuh?), dan namanya di credit title muncul jauh di belakang. Mending kalo sekalian paling belakang, pake embel-embel ‘And’, itu justru sebuah kehormatan. Nah ini namanya Mr. Bloom nyelip diantara cast-cast entah siapa. Hahaha. Gapapa ya, lain dulu lain sekarang.

Hmm, trus saya mau cerita apa lagi ya? Apa harus cerita masalah keujanan lagi? Aduh, sudah capek saya… Abis tiap hari keujanan sih. Belom kering jas ujan, mesti pergi keujanan lagi. Ini aja berangkat pagi BASAH KUYUP. Duh, saya butuh vitamin C, mengingat kepala udah mulai berat ini.

Ya sudah kalo gitu. Mari kita bekerja. See ya later.