SIDEKICK kicking ass
just our thoughts October 24th, 2008
Di film SKY HIGH diceritain, salah satu kurikulum sekolah para superhero adalah ‘penjurusan’ para siswanya, apakah dia bakal jadi HERO atau jadi SIDEKICK. Analogi simpelnya Hero adalah orang yang mengambil peran Batman, sementara Sidekick adalah orang yang mengambil peran Robin. Berhubung belom ada produser film yang berminat bikin film ‘Robin Begins’ atau ‘Robin Forever’ jadilah di Sky High, posisi Sidekick berkesan lebih subordinat, lebih ngga bergengsi. Semua orang pengen jadi Hero. Jadi sidekick = loser. Karena sidekick ngga punya peran sepenting Hero.
Well, itu mungkin cuma dramatisasi di film Sky High aja kali ya, karena dalam kenyataannya, sidekick selalu punya peran penting. Selalu punya kebisaan yang ngga dipunyai sang Hero. Kadang sidekick juga bisa save the day dengan segala keterbatasannya. Tidakkah itu lebih adorable? Seseorang yang kemampuannya terbatas, tapi mengerjakan sesuatu sampai di batas kemampuannya, cuma buat ngebantuin si Hero. Satu lagi keuntungan jadi Sidekick : nothing to loose. Kalo mau jadi payah, ya wajar, dia cuma sidekick. Tapi kalo jadi jago, wow, that’s a compliment. Orang ngga berharap lebih, seperti mereka berharap pada sesosok hero. Kan cuma sidekick?
I think di dunia kita juga ada tipe hero dan tipe sidekick. Penafsirannya bebas aja sih. Yang pasti kalo aku, menurutku adalah tipe sidekick. Aku prefer jadi sekretaris daripada jadi ketua. Prefer jadi wakil daripada jadi pemimpin. Prefer ngga jadi decision maker, tapi bersedia mendukung sepenuh hati decision yang udah disepakati. Prefer ngga ngemsi dan memberikan ordernya ke Terry, tapi bersedia menyiapkan wardrobe, mikirin games dan ngebikinin rundown-nya.
Bukannya aku ngga pernah ngambil peran Hero. Pernah beberapa kali, dan lama-kelamaan kok rasanya bukan aku banget ya? Kata orang sih ‘peran Hero’-ku ngga jelek-jelek amat. Tapi i don’t know, i just can’t stand under the spotlight. Rasanya lebih baik berada di belakang layar. And i guess, peran sidekick yang dilakukan oleh seorang ‘mantan’ hero ngga jelek juga. Karena udah pernah ngerasain ada di panggung utama, si mantan hero jadi bisa lebih ngerti dan nge-back up dengan lebih maksimal, apa-apa aja yang dibutuhkan oleh sang hero yang sekarang ada di panggung utama.
Mungkin ini adalah bentuk lain dari sebuah kepengecutan, haha, i did, aku adalah seorang safety-player, bukan seorang risk-taker. Gapapa dong, dibutuhkan tipe-tipe seorang aku untuk menyeimbangkan dunia. Hohoho.
And that’s why aku lebih suka Aragorn dari pada Frodo. Lebih suka Bezita daripada SonGoku. Lebih suka Faris Al-Ghazy daripada Special Agent Ronald Fleury di The Kingdom. Lebih suka Samantha Jones daripada Carrie Bradshaw.
Kalo kamu, tipe hero atau sidekick?
*)image taken from jeffvictor.blogspot.com

About
Leave a Comment