FORGIVE, FORGET..
love, live & everything October 3rd, 2008
Well, well.. Udah H+2 lebaran nih ya. First of all.. dengan segala kerendahan hati, kita, aku dan Terry, ILFIL, ngucapin maaf lahir batin sama kamu semua. Buat setiap info film yang salah. Buat semua perkataan yang kurang berkenan. Buat segala macem kendala teknis yang jadi halangan. Buat engga muasin kamu semua yang suka konsen ILFIL. Maaf. Maaf yang teramat sangat. Yuk, dimulai lagi dengan lebih baik mulai sekarang.
Lebaran. Ya, lebaran. Sebuah momen yang sangat, sangat sakral. Ketika semua makna yang terkandung di dalamnya semakin kesini semakin terasa berat buat dijalani. All that apologizes stuffs. All that reborn and renew stuffs. Aku bisa bilang begini, karena.. personally.. tiap menjelang berakhirnya ramadhan.. everything’s getting tough for me. Yep. Grown up in such a dysfunctional family makes every single Eid al Fitr commercial in television kinda utopia.
Lebaranku awalnya dibuka dengan shalat dan sungkem sama orang-orang kesayangan, yang juga sayang sama aku. Momen indah ini rasanya cepet banget berlalu, dan tiba-tiba aku udah ada dalam awkward situation, dimana menit-menitnya terasa begitu lambat. Sebuah situasi dimana aku ketemu orang-orang tertentu, dengan garis darah yang sama denganku, yang ketika kuulurkan tangan, aku harus menunggu sekian detik untuk akhirnya beliau-beliau itu ngga lagi pura-pura ngga liat, and finally shake my hand, just a glanze. It ain’t shocked me. Karena hal yang sama terjadi setiap tahun. Apapun achievement yang aku punya, yang ada hanya penolakan. Apapun progresi yang aku capai, yang ada hanya cibiran. Dan jabatan tangan ataupun permintaan maaf dariku, jadi terasa ngga ada maknanya. Satu hari itu rasanya lamaaaaaa banget. Gimana engga, being alienated in the middle of your own family, di hari Lebaran pula. But then, aku tarik napas, aku hembuskan, aku tersenyum, dan aku mencoba berpikir positif. Aku masih punya orang-orang yang aku sayang dan sayang sama aku. That’s enough. Ngga perlu mikir yang lain-lain lagi.
Lebaran kali ini pun aku harus sekali lagi mengalami penolakan penerimaan maaf dari seorang teman, yang menurutnya, masih belum sanggup buat maafin aku. Ohkey. Aku ga pingin ngebahasnya lebih lanjut. Udah terlalu banyak masalah yang musti aku pikirin dan temanku yang satu ini.. oh no, I won’t drop my tears anymore. Selama 2 tahun ini aku udah coba buat minta maaf dan memaafkan. Melakukan bagianku sebagai seorang teman dan sebagai sesama muslim. Dan sekarang, oh God.. still with family-affair-broken-heart, i don’t think i can stand anything else… Jadi, apa ajalah yang bisa bikin kamu nyaman, teman… I won’t push myself too hard, act like I could fix everything. Whatever you like mate, I don’t mind.
But you know what guys? Biarpun lebaranku ngga seindah iklan-iklan di tivi, aku masih sangat-sangat-sangat bersyukur. What I’ve been through is soooo much more better than a lot of people out there. Ga ada alasan buat meratap berlebihan. Yah, kalo taun ini masih ada sedikiiit, semoga taun depan ngga ada lagi. Baru aku bisa ngaku : “Ya, aku udah dewasa, dan aku ikhlas!”
Ps :
marathon film yang aku tonton semingguan cuti ini, sebelum lupa : THE QUEEN, MISS POTTER, BROKEBACK MOUNTAIN, SIDEWAYS, THE UNTOUCHABLE, BLACK SNAKE MOAN, ATONEMENT, CRASH.. reviewnya.. ah, ngga janji deh..
About