VHS & SEKS masih eksis IN THE CITY
just our thoughts July 7th, 2008
Selasa minggu lalu aku sempet tepar, masuk angin dan memutuskan buat ngga ngantor sehari. Tidur, makan, minum obat… Trus Terry dateng, bawa mie-cup, minta dibikinin.. Huh! Ngebesuk kok malah nyuruh2?

Anyway, that’s not the point. The point is, sesi besuk itu diakhiri dengan acara nonton DVD sambil ngemil. Dan yang kita tonton adalaaahhhh… BE KIND REWIND. Review kumplitnya silakan baca disini.. Konon film ini adalah film jenius yang dibikin sama seorang sutradara jenius. Agak nge-cult dan beda. But, as we’ve always said : kita emang bukan yang paling tau tentang film.. So, all we have to do is just enjoy the movie. And it does enjoyable. Lucu dan menyentuh. Dan lucu. Dan menyentuh. Oh, tadi udah dibilang ya? Jadilah siang hari itu Kita tertawa-tawa bersama Jack Black, Mos Def dan film-film Sweded bodoh berformat VHS itu.
.
Trus, barusaaaan aja hari Minggu kemaren di sesi leyeh-leyehku pulang siaran, dapet pinjeman DVD dari Oliph : SEX and THE CITY : the MOVIE. Lumayan tertarik soalnya 3-4 bulan yang lalu aku sempet maraton nonton VCD serialnya. Telat banget yak.. Habisan dari dulu aku emang ga pernah punya priviledge atas benda yang namanya TV. Jadi jaman SATC tayang di TV, aku ga pernah nonton.. Lagian waktu itu kan masih kecil, masak nonton gituan.. Kan malu ihik.. ihikk..

Nah, soal filmnya sendiri.. Mmmm.. Well, mungkin sebuah akhir yang pantas buat petualangan 4 tante-tante itu kali ya. Cukup menghibur, dan kita masih nemu citarasa SATC yang begitu kuat. Everything’s stay the same. Tapi to be honest aku ngga begitu puas. It’s just run quite plain. And still lotta things that left unrevealed -for me. aku pikir karena ada embel-embel "the-movie"-nya, kupikir seharusnya ada yang "lebih bold" dari serial TV-nya. Dan rasanya aku ngga nemu itu semua deh.. But we’re gonna find one thing bold still : all-that-labels. all-that-haute-couture. Dior. Prada. Givenchy. Manolo Blahnik. Louis Vuitton. Vera Wang. Vivienne Westwood. Christian Lacroix. And so on. And so on. And when the movie ends.. It feels good to get back to reality. Where everything’s not just about love and labels.

About
Leave a Comment