will the real SUPERHEROES please stand up

just our thoughts July 24th, 2008

Rabo malem kemaren, aku, Terry, dan Redja berniat untuk berjibaku : nonton 2 film sekaligus di EP! Yang satu HANCOCK mulai jam 4-an sore (review kumplit ada di sini), yang satunya lagi THE DARK KNIGHT yang mulai jam 7-an gitu (reviewnya monggo di klik). Biarin aja kita memanjakan diri dengan buaian karya-karya holiwud, yang buat sebagian orang : crap! Nyari duit doang tapi ga ada isinya, katanya. Hey, buat apa pretending cuma nonton film-film festival yang njelimet, kalo ternyata kita emang enjoy nonton film action superhero? Call it guilty pleasure!Ngga haram kok.

That’s why, begitu saatnya pulang ngantor, begitu mesin absen tulat-tulit pas jam 4 sore, aku langsung ngejegrek absen trus cabut ke bioskop. Tiket : check. Cemilan : check. Buat yang terakhir a.k.a jajanan, wuah! buanyak banget bawanya! Buat nonton 2 film juga agak berlebihan kayaknya. Buat bertiga juga lebih-lebih banget. Salah nih nyuru Terry yang belanja..

Hancockposter
HANCOCK
. Ngga begitu ngarep terlalu banyak sama film ini. Ngga ceritanya, nor for the special-effect. Karena buat aku ini cuma film komedi yang ringan ajah. Tapi semakin ditonton, not bad juga. Lucu dan ngga se-shallow MY SUPER EX-GIRLFRIEND, film komedi yang sama-sama ngangkat tema superhero. Perkembangan ceritanya lumayan mengejutkan, dan logika yang dipake masuk akal juga. Cuma aku nyaris ga recognize Will Smith sebagai Will Smith, dengan segala kelebihan aktingnya dia. Maksudnya, peran dia sebage Hancock buat aku replaceable. Ngga harus dia yang jadi Hancock juga bisa kok. Tarolah Johnny Depp disitu, aku yakin dia juga bisa main bagus. Jadi kemampuan aktingnya Will Smith ngga terlalu diekspos disini. Gapapa juga sih, toh film ini tujuannya jadi film yang light dan menghibur. Dan film ini cukup berhasil.

Anyway, ada 2 hal yang menarik pas nonton HANCOCK. Yang pertama, ada 2 mas-mas di belakang tempat duduk kita yang sotoy-annoying gitu. Yang suka nyebutin hal-hal yang jadi ‘gong’ kenceng-kenceng, biar orang lain denger kalo dia tuh lebih tau (padahal engga juga). Hey, nonton aja sendiri di rumah sono! Yang kedua, pas selesai nonton kita liat lobby-card a.k.a poster film di lobby-nya HANCOCK. Ternyata bayangan di wayfarer-nya dia tuh Bunderan HI. Yang pertama nyadar si Terry tuh. Kalo di postingan ini keliatan kan view-nya somewhere in US. setelah di googling, yes itu adalah strategi viral-marketing-nya HANCOCK, dengan memasang gambar yang beda di tiap negara yang beda. Lucu juga.

Dark_knight
THE DARK KNIGHT
. Setelah pemanasan dengan nonton HANCOCK dan makan nasi goreng, akhirnya jam 7 an kita siap nonton sekuelnya BATMAN BEGINS ini. And the movie is so breathtaking. Dari pertama aja ngga dikasi kesempatan napas kita. Dan ketika ketemu Joker, satu hal yang langsung kelintas di kepala : GILA NIH ORANG. Sorry to say, but Mr. Bale, kamu harus rela perhatian semua orang tercuri buat Heath Ledger. Almarhum Heath Ledger tepatnya, yang sudah menyepi selama sebulan di sebuah kamar hotel sendirian buat nemu karakter Joker. Kudos for him. Bukan buat aktingnya, karena aku yakin another talented actors pasti bisa berakting psikopat kaya’ Joker. I cheer him for the originality. Dia yang menciptakan karakter Joker yang kelam-gila-jenius but still playful seperti ini. Ledger membuat karakter Joker yang beda dari versi Jack Nicholson yang dipuji banyak orang. Dan pastinya setelah ini giliran orang akan membandingkan Joker setelahnya dengan versi Heath Ledger. Wow. It’s gonna be quite rigid. Wish you luck, siapapun kamu.

Buat cast lainnya, mainnya juga gak tercela. Christian Bale still did a good job. Dengan upgrade martial art dan struktur rahang yang tetap menggemaskan. Kehadiran Maggie Gylenhall juga mencerahkan hatiku. This quirky-beauty lady karakternya lebih kuat daripada Katie Holmes. Sementara Aaron Eckhart juga bermain ohkay. Sayangnya character buildingnya Two-Face kurang dahsyat disini. Aku tidak melihat cinta Harvey Dent yang segitu dalemnya pada Rachel Dawes, yang bisa membuatnya jadi pembunuh. Penggambaran Harvey Dent kurang murka untuk membuatnya jadi Two Face. Ato bagian ini mau disimpen buat seri ketiganya? Oke deh. But overall, kita puas luar dalem sama The Dark Knight. Ada progresi dibanding seri pertamanya, and that’s a good news. Tungguin aja deh,  bikin seri ketiganya bakal jadi kerjaan berat.

Ah, kalo kita kan tinggal nonton aja yak? :)

RIGID movie nih…

just our thoughts July 20th, 2008

Setelah kemaren nontonin film lokal, 2 days ago i spent my precious saturday nite dengan nonton film yang agak-agak.. tidak biasa..

Dibilang tidak biasa disini maksudnya buat aku lho.. Soalnya aku yakin, for some people, film yang aku pinjem kemarenan itu.. Yeaah, just a piece of cakeee.. Makanan sehari-hari!  Tapi berhubung aku dibesarkan (hayah!) dengan dominasi film boxoffice dimana-mana, sesekali nonton film yang ngga terlalu gamblang menceritakan inti filmnya is such a refreshment.

Sore itu, malem minggu kemaren pulang dari studio aku mampir ke Ezy dan pinjem 3 film : ELEPHANT (review kumplit ada di sini) , EVERYTHING IS ILLUMINATED (klik sini buat reviewnya) dan MELISSA P (yang ini, silakan klik sini ).

Elephant_movie_poster_1
ELEPHANT
. Aku heran, how can i postponed so long before i watch this awesome movie? Film drama kriminal (so they said)  tentang penembakan murid SMU oleh teman mereka sendiri (sounds familiar, huh?). Digambarkan dengan cara yang mula-mula  bikin aku bosen, tapi lama-lama aku kebawa. Melihat scene yang sama tapi harus berulang karena dilihat dari sudut pandang 2/3 tokoh yang berbeda. Mendengar tiap helaan napas, decit karet sneaker, denting eating utensils di kafetaria sampai suara burung di luaran sekolah. Merasakan emosi tiap tokoh tanpa mereka harus banyak berkata-kata. Mengagumi realitas yang begitu kental terasa. Yang kemudian melengkapi acara jaw-drop-ku setelah nonton film ini adalah kenyataan bahwa judul ELEPHANT diambil karena istilah ‘elephant is in the building’ buat menggambarkan sesuatu hal yang kelihatan jelas buanget, tapi di-ignore oleh semua orang. It’s just portray the movie so right! Dan dalam film ini the elephant is something called bullying : laten tapi bisa berakibat begitu fatal. Korbannya bisa mengokang shotgun dan ngebunuhin temen-temennya. Dan ending-nya.. Ough! Nuff said. Just go grab the movie and see it by yourself.

Everythingisilluminatedposter0
EVERYTHING IS ILLUMINATED
. Yes, the movie is so illuminating. Berlawanan dengan tampang-tampang pemainnya yang begitu suram, film yang diambil dari novel karya Jonathan Safran Foer ini ternyata bisa membawa aura yang begitu positif, yet mengharukan. Positif karena diceritakan dengan cara yang begitu jenaka, plus bonus iringan musik khas.. i don’t know.. Ukraina? Pokoknya ngebikin aku jadi semangat dan pengen senyum-senyum sendiri. Dan mengharukan, karena sejarah yang sama bisa membuat orang -orang dari belahan bumi yang berbeda bersatu, larut sama pikiran mereka masing-masing, dan mengambil tindakan yang berbeda dalam menyikapinya. Disini kita jadi belajar, sejarah yang katanya basi atau ngga penting tetep aja  bakal mempengaruhi kehidupan kita di masa depan.  Untuk membuatmu jadi lebih baik, atau sebaliknya. Heritage will bring illumination. (ps : the real j.s.foer memerankan leaf-blower di cemetery adegan awal)

Melissapposterqd0
MELISSA P
. Banyak sensornya nih VCD-nya. Padahal aku mengharapkan banyak adegan yang mungkin memang terlihat vulgar, tapi mungkin merupakan inti penting dari film ini (padahal pengen ngeres.. hehe, engga ding). Yang pasti sensor VCD memang banyak menghilangkan kenikmatan nonton filmnya, aku harus nyari DVD-nya nih.. Buat filmnya sendiri, sekali lagi : reality bites. Seorang ABG yang jadi lolita gara-gara tertekan secara psikologis dalam love and life-nya. Sebuah film yang bikin aku mikir lumayan keras setelah nontonnya. kenapa ini begini? kenapa itu begitu? Karena buat aku, personally, character developingnya kurang. Apa gara-gara kebanyakan sensor jadi yang penting-penting ilang? Kaya’nya sih gitu deh. Once again, reality bites. Ati-ati deh buat orang tua yang punya anak cewe.. Mereka peka dan butuh buat berbagi sebagai sesama manusia. Jangan anggap they’re just a kid and don’t know anything. Mereka bisa belajar, dan jadi lebih liar.

ahhh.. that’s it for today.. then, kalo kata Raditya Dika..’smell ya later!’

LOCAL MOVIE’s nite out

just our thoughts July 18th, 2008

Hi all.. Terry lagi pulang kampung nih. Dalam rangka ngurus segala kelengkapan job-seeking-nya. Gara-gara urusan birokrasinya blom selesai, rencana balik sini Minggu, baru bisa nyampe besok Selasa deh.. Huhuhuhuuu, kebiasa si monyong itu around, jadi kangen nih ditinggal segini aja. Dan kangennya jadi berasa banget sekarang, soalnya kemaren sempet hectic berat bikin macem2. Mulai dari nge-layout Mitra a.k.a Media Informasi Paramitra (kaya’nya sih, pokoknya tabloid internal buat pendengar :), ngurusin kampus, doing my daily job, nyuci, siaran pagi, etc etc. Nah, kemaren deadline udah lewat, jadi bengong deh sekarang. Hieheiheihei.

Alhasil semalem aku pinjem VCD di Ezy dan mencanangkan semalam adalah malemnya film lokal. Yang satu film 3 HARI UNTUk SELAMANYA, yang review jitunya bisa diliat di sini, dan satunya lagi RADIT & JANI dengan review capcus ada di siniihh.. 

3_hari_untuk_selamanya_2007previewBuat film 3 HARI UNTUK SELAMANYA… Sayang seribu sayang film ini dapet 8 sensor.. Yeah, secara film yang ditujukan buat 18+ ini buat aku emang berasa gamblang gitu. Berasa banget nuansa road movie-nya, dengan citarasa lokal yang ga terlalu dibuat-buat. Rasanya enak, sreg aja gitu ditontonnya, suatu hal yang langka buanget ditemu di film-film lokal komersil kita. Chemistry Nicholas Saputra sama Adinia Wirastinya juga dapet. Cuma kalo di media si Adinia banyak dipuji, buat aku rasanya aktingnya masih lumayan raw. Oh, dan dia juga musti belajar joget dugem sama Oliph ato Redja -my buddies, Putra-Putri Dugem 2008, hahaha, sori yee-. But overall, still nice.  Biarpun di film ini kamu ngga bakal nemu pemeran utama dengan make-up yang selalu kinclong, tapi rasanya real banget. Belom lagi lagu-lagunya Float yang jadi bed.. wuah! kena banget! Berasa banget driving-slow together with my i-think-i’m-in-love-with-him/her. Belom lagi endingnya.. Hiii, bittersweet yaa.. Tapi jujur, aku mengharapkan penggalian karakter yang lebih dalem lagi. Yah kalo ini sih urusan screenwriternya ya. But overall, still nice, again. Cobain tonton deh.

Raditdanjani
Nah, buat film RADIT & JANI aku merasakan nuansa yang.. umm.. lumayan bertolak belakang. Ngga real. Umm, no offense ya buat pecinta film ini. But i just.. Ngga klik aja. Rasa yang sama kaya’ yang aku rasain pas aku nonton REALITA CINTA & ROCK ‘N ROLL (let’s say RC&RNR.. panjang yak?), dengan sutradara dan pemain yang sama (yang katanya punya affair ya bedua? huhuhuhu, makanya dipake terus di film-nya ya mbak?). Nah, di film RC&RNR aku nontonnya geli. Katanya anak band, rokenrol, lari-lari di jalan pake boxer, minum, ngerokok, bawa mobil, di rumahnya ada drum set.. Tapi maknya mau nikah lagi..  kabur dia! Katanya, "nyokap gue tuh ngga ngerti gue!". Satunya lagi diomelin bapaknya gara-gara ngeband terus, akhirnya ngambek, abis itu kabur juga. Tapi trus kepikiran, kebayang-bayang. Lah, kok kolokan? Yakin deh, bukannya aku ngga ngerti apa yang bocah-bocah di film itu alamin. Name it : dysfunctional-family? etanol? nikotin? I’m on it. Tapi rasa-rasanya reaksi anak-anak yang menobatkan dirinya sebage anak rokenrol itu agak-agak overreacted deh, sungguh bertolak belakang dengan penggambaran ke-rokenrol-an mereka.. Kalo emang rokenrol, harusnya lebih get real dong! Rasanya kaya’ yang pengen bikin film tapi pemainnya harus berpakaian kaos band, jeans sobek, kalo yang cewe musti pake off-shoulder t-shirt. Di RADIT & JANI juga gitu. Pengembangan karakternya lambat, konfliknya nyaris repetisi, jadi beda masalah tapi bobotnya sama. Jadi agak bosen nontonnya film yang satu ini. So if they say this movie is a ‘brutally romantic movie’.. Ummm, mungkin buat aku lebih tepatnya ‘mo-bikin-film-romantis-tapi-harus-keliatan-rokenrol-movie’.. No offense yaa :)

oke segitu dulu, ntar malem coba kita liat ada film apa lagi yang menarik hati..

hari ini.. aku MALU

love, live & everything July 9th, 2008

hari ini aku malu sekali

terbangun jam 3 pagi buat siaran 2 jam lagi
menggerutu, malas, ngantuk, apalagi udara lagi dingin begini
hidung mampet, mata perih bahkan menyentuh airpun tak sanggup lagi
akhirnya tetap aku menerjang pagi, perlahan motor kukemudi
sambil tak henti merutuk bibir ini
"huh, kenapa sih musti siaran pagi?"

sampai di sebuah perempatan, lampu traffic light menyala merah
kuhentikan motor, tetap berkeluh kesah
tiba-tiba terdengar sebuah suara setengah berdesah
ternyata seorang bapak becak bertanya padaku dengan wajah sumringah

    "mbak, kalo ke pasar johar lewat mana ya?"

mencelos hatiku, kutunjukkan jalan setahuku
setelah mengucap terima kasih si bapak berlalu
melihat sosoknya, dadaku bertalu-talu
berjubel pertanyaan memenuhi otakku

    "dia tukang becak baru ya?
    "kok johar aja ngga tau?"
    "nyampe kesana ngga ya dia?"
    "duh, johar kan masih jauh banget dari sini"
    "ya Allah subuh-subuh begini.."
    "dia udah sarapan belom ya?"
    "dia bakalan baik-baik aja ngga ya?"
    "…"
    "…"

Ya Allah, hari ini aku malu sekali

yang harus aku lakukan cuma menstarter motorku tanpa ekstra energi
melenggang menuju studio tanpa berkeringat sama sekali
nyaman di ruangan ber-AC, mengoperasikan berbagai canggihnya piranti
selama 3 jam berkegiatan yang menghabiskan tidak lebih dari 500 kalori
lalu di akhir bulan dengan mudah aku bisa menerima gaji

Ya Allah, ampuni aku karena berkeluh kesah pagi ini
seakan sudah melakukan sesuatu yang membuatku letih setengah mati
padahal bapak tukang becak itu pastinya lebih lelah batin dan ragawi

tapi dia mengayuh becaknya dengan semangat
seakan tak ada apapun di dunia yang akan membuat langkahnya berat
walaupun beban di dunia semakin mengetat
dia tetap semangat
tetap semangat

Ya Allah, jagalah beliau
dan jagalah semua orang yang membutuhkan belas kasihMu
agar mereka bisa bertahan
agar mereka bisa bahagia
agar mereka bisa turut mensyukuri nikmatMu

amiin..

ketika naik motor berasa.. SUSSSAAAHH..

mockingmockingmocking July 7th, 2008

Selamat paaaaagii..

Siang sih lebih tepatnya. Abisan, tadi pagi, when i got my mood to started this journal, eee.. komputer yang biasa aku pake di kantor ngehe. Udah sejak 3 hari yang lalu keadaannya kaya’ gitu. Ga ada tanda2 keidupan pas dinyalain. Udah coba diutak-atik ampe kesetrum ga nyala juga. Ya sudah, terpaksa dikirim ke kantor marketing buat diservis ntah apanya. Jadilah karena komputer lain dipake dan komputer-lipetku juga ga kebawa, aku baru bisa ngetik sekarang. Ahhhhhhhh, udah ilang moodnyaaaaaaaaa…

So, the point is, tadi pagi kaya’ biasa aku naik motor ke studio, and i just feel that.. GILA! Kenapa sih pagi ini pada bawa kendaraannya ajrut-ajrutan ajah? Berapa kali aja tuh aku drifting kanan-kiri (lebay) buat ngehindarin kendaraan2 pada main selonong gitu. Dan aku punya kebiasaan jelek suka ngelamun kalo bawa motor. So that bad habit decrease my concentration. Biasanya ditambah juga sama aku dengerin radio ato mp3 pake earphone sambil naik motor. i know it’s just sooo dangerous, but i usually keep the voice low, jadi aku tetep bisa denger suara di luaran.

Ih, tapi beneran deh.. Tadi pagi tuh rasanya perjuangan banget nyampe ke studio. Rasanya kaya’ baru belajar naik motor, soalnya sepanjang perjalanan rasanya deg-degan ajah. Oh ya satu lagi, tadi pagi aku juga masih berasa ngantuuuk banget. Dingin pula angiinnya. Pas disalip… WERRR!! langsung deh kaget!  Ah, kenapa kadang-kadang suka begini ya? Mostly engga lho. Jelek-jelek gini, ngga sejelek itu juga deh kaya’nya bawa motornya..

Nah, kalo udah begini ni, jadi keinget si Terry.  Mantan preman yang satu itu jaman mudanya kan tukang balapan! Katanya sempet jadi pembalap (liar?) terbaik se Bandung Selatan? Apa Utara ya? yah pokoknya kalo masalah kebut2an motor dia jagonya deh. Imagine jalanan padet jam pulang kantor, tapi dia bawa motor 70-80 km/jam. Ambil kanan mulu pula. Ah, bikin stress emang tuh monyong satu. Ngantuk ngga ngantuk juga sama capcusnya. Oh ya, bawa mobil juga sama edunnya. Supir angkot style deh pokoknya. Tapi skill nya itu emang bisa diandalkan di saat-saat tertentu…

yeahh.. i wish i could did that way.. bukannya bengong dan ngegeleyot kesana kesini kalo naik motor..

VHS & SEKS masih eksis IN THE CITY

just our thoughts July 7th, 2008

Selasa minggu lalu aku sempet tepar, masuk angin dan memutuskan buat ngga ngantor sehari. Tidur, makan, minum obat… Trus Terry dateng, bawa mie-cup, minta dibikinin.. Huh! Ngebesuk kok malah nyuruh2? :)

Bkr_main_bg
Anyway, that’s not the point. The point is, sesi besuk itu diakhiri dengan acara nonton DVD sambil ngemil. Dan yang kita tonton adalaaahhhh… BE KIND REWIND. Review kumplitnya silakan baca disini..  Konon film ini adalah film jenius yang dibikin sama seorang sutradara jenius. Agak nge-cult dan beda. But, as we’ve always said : kita emang bukan yang paling tau tentang film.. So, all we have to do is just enjoy the movie. And it does enjoyable. Lucu dan menyentuh. Dan lucu. Dan menyentuh. Oh, tadi udah dibilang ya? Jadilah siang hari itu Kita tertawa-tawa bersama Jack Black, Mos Def dan film-film Sweded bodoh berformat VHS itu. :D

.

Sex_and_the_city_movie_1 Trus, barusaaaan aja hari Minggu kemaren di sesi leyeh-leyehku pulang siaran, dapet pinjeman DVD dari Oliph : SEX and THE CITY : the MOVIE. Lumayan tertarik soalnya 3-4 bulan yang lalu aku sempet maraton nonton VCD serialnya. Telat banget yak.. Habisan dari dulu aku emang ga pernah punya priviledge atas benda yang namanya TV. Jadi jaman SATC tayang di TV, aku ga pernah nonton.. Lagian waktu itu kan masih kecil, masak nonton gituan.. Kan malu ihik.. ihikk..

Satc_3
Nah, soal filmnya sendiri.. Mmmm.. Well, mungkin sebuah akhir yang pantas buat petualangan 4 tante-tante itu kali ya. Cukup menghibur, dan kita masih nemu citarasa SATC yang begitu kuat. Everything’s stay the same. Tapi to be honest aku ngga begitu puas. It’s just run quite plain. And still lotta things that left unrevealed -for me. aku pikir karena ada embel-embel "the-movie"-nya, kupikir seharusnya ada yang "lebih bold" dari serial TV-nya. Dan rasanya aku ngga nemu itu semua deh.. But we’re gonna find one thing bold still : all-that-labels. all-that-haute-couture.  Dior. Prada. Givenchy. Manolo Blahnik. Louis Vuitton. Vera Wang. Vivienne Westwood.  Christian Lacroix. And so on. And so on. And when the movie ends.. It feels good to get back to reality. Where everything’s not just about love and labels.

"hey, nice dress!"
1280x1024_satc_2_1

hatiku HANGAT

just our thoughts July 3rd, 2008

Dua film yang kemarenan ini aku tonton, aku ulang tonton lagi dan efeknya tetep sama.. bikin ati anget.. (kaya’ sekoteng?)

Affiche_paris__je_t_aime_2005_1Yang pertama PARIS, JE T’AIME.. Semalem aku nonton lagi sambil tidur-tiduran di kasur. Dari ke-20 arrondissement yang ada, dengan begitu banyak sutradara, dengan begitu banyak screenplay, ajaibnya kok ya benang merahnya begitu berasa ya. To feel that city of love.. Rasanya anget banget di hati. Ngga bisa nemu kata lain yang lebih tepat. Anget aja di hati. Kamu ngga perlu jadi pecinta film romantis buat nonton film ini, bcoz neither do i. Tapi tidakkah kamu tertarik buat tau bentuk-bentuk lain dari yang namanya cinta, dengan cara ya kamu sendiri belom pernah kepikiran? 

My_blueberry_night_posterTrus kemaren juga dipinjemin MY BLUEBERRY NIGHTS. Ini juga bikin ati anget.. Ih akunya yang lagi sentimentil kali ya. Satu yang bikin aku amazed, sebegininya  ya perjuangan seorang cewe buat nyembuhin sakit atinya. Then she love, and learn. And being loved and being learned. Oh ya, nikmatilah penampilan Norah Jones yang banyak peran cengohnya berbonus Rachel Weisz the new beauty icon dan Natalie Portman yang undeniable flawless-nya.

Tontonlah keduanya. Dan tersenyumlah. Dan menangislah.