why bother?

love, live & everything January 8th, 2008

Pernah ngga sih kamu ngerasa sedih yang berkepanjangan?

Ketika kamu ngerencanain sesuatu tapi semua berjalan ngga seperti yang kamu mau
Ketika kamu bersusah payah menjaga hati seorang teman tapi dia hirau pun engga
Ketika kamu ingin dekat orang yang kamu sayangi tapi dia sedang terpisah jauh
Ketika kamu menghargai hak setiap orang tapi milikmu diinjak-injak
Ketika kamu harus bersabar dan bersabar lagi padahal kamu bener-bener udah ngga tahan
Ketika kamu menjumpai dirimu sendirian dan orang yang kamu harapkan ada dideketmu teralihkan perhatiannya oleh si-entah-siapa-dan-ngapain-sih-dia

Tapi, kemudian kamu sadar, bahwa apa yang kamu hadapi ini bukan apa-apa…

Kamu bukan sepasang orang tua dari golongan menengah ke bawah yang anaknya menderita hydrocephalus dan tak punya uang untuk berobat
Kamu bukan orang yang harus memulung kardus untuk menyambung hidup
Kamu bukan ibu dengan 3 anak yang harus mengungsi karena rumahnya kebanjiran dan sang ayah sudah tiada
Kamu bukan anak usia 6 tahun dengan ingus meleleh di hidung yang harus meminta belas kasihan para pengendara di jalan raya
Kamu bukan supir taksi yang harus memacu cepat mobilnya berebut penumpang karena armada semakin banyak dan setoran belum tertutup sepenuhnya
Kamu bukan kakek tua renta penjual kacang rebus yang harus berjualan sambil bersimpuh di pintu masuk resto cepat saji yang padat berisi anak-anak muda acuh yang bergaya dengan uang orang tuanya

Kamu beruntung. Sungguh beruntung. So why bothered by that stupid-little-stuff?