beautiful MESS

dila curcol, love, live & everything July 30th, 2009

dear my frequent readers (kalo ada)…

since blog ini isinya banyakan sumpah serapah (aku doang) dibanding review filmnya, hari ini saya, setelah minta ijin sama Ossy, akhirnya mutusin buat mengakhiri blog ILFIL ini sampai disini saja.

bukannya ngga mau nulis lagi. aku bakal, pasti, nulis lagi. ntar bikin blog lagi deh, tapi engga dengan naungan ILFIL. abisan judulnya ILFIL tapi isinya curcolaaaaan mulu. agak-agak ga koheren aja gitu rasanya.

sementara soal ILFILnya, mo fokus di facebook aja deh, termasuk foto, trailer, review dan lain-lainnya. soalnya tanganku cuma dua dan kepala cuma satu, jadi kalo maintain kebanyakan per-blogging/micro-blogging-an agak-agak overwhelmed nih. lagian banyak juga yang protes, karena facebooknya ter-abandoned, secara aku dan ossy sama-sama punya facebook sendiri-sendiri juga. jadi, mari kita fokus ajah. sama account facebook dan friendsternya ajah.

ngga kok, blognya atau profil ILFILnya ngga bakal diapus. it’s been a long-hard-beautiful journey selama nulis disini. my ups, my down, semuanya ada selama 2 taun siaran ILFIL. kalo Jason Mraz bilang sih, it’s a beautiful mess.

so here i am. minta maap ya kalo isi blog ini suka agak-agak (selalu malah) ngaco ngga karuan. namanya juga belajar ya. kita ketemu lagi di kesempatan dan waktu yang lain. saya masih akan tetap menjadi saya yang sama, yang suka menulis, meracau, bermimpi, lalu kebingungan sendiri.

aku ngga bilang selamat tinggal kok. i prefer say “goodbye, then hello again!”

see you soon my dear comrades,


XOXO

dila

oh jadi itu ISTILAHNYA…

dila curcol July 28th, 2009

Namanya Adelia Anastasia. Kita biasa panggil dia Mbak Adel. Di belakang namanya berderet gelar bidang studi psikologi. Dia adalah seorang psikolog dari sebuah lembaga yang memberi pelayanan psikologi keluarga, yang bersiaran di radio sebagai narasumber, sebulan sekali.

Kata hampir semua orang disini, wajah Mbak Adel mirip banget sama aku. Hmm, kalo menurutku sendiri sih, emang ada miripnya biarpun ngga banget-banget. Sama-sama bondol rambutnya, sama-sama pake kacamata dan sama-sama engga feminin penampilannya. Bedanya, mbak Adel keliatan lebih keibuan. Ibu-ibu rokenrol. Jiahhh.

Si mbak Adel ini sangat talkative. Iyalah, psikolog. Anak-anak sini suka ngobrol sama dia. Curcol a.k.a curhat colongan tepatnya. Dan menurut anak-anak, kepribadian yang mbak Adel ‘intip’ kebanyakan bener semua. Aku sendiri sih belom pernah ngobrol banyak. Cuma berhai-hai aja.

Sampai kemaren Jumat. Ketika dateng jadwalnya Mbak Adel buat siaran. Dia manggil aku buat nanya kenop kipas anginnya yang mana. Akupun datang dengan riang gembira, pose standar menyambut narasumber. Aku tunjukin kenopnya, kita duduk berdua, niatnya mau ngobrol-ngobrol ringan aja, tiba-tiba dia bilang :

“Kamu depresi, ya?”

Wah. Ketika kata ‘depresi’ itu keluar dalam situasi becandaan, ga masalah yah. Tapi ketika psikolog yang bilang, serius pula… That’s quite freaked me out. I’m trying so hard to livin’ my life, tapi kok tanpa sadar aku depresi?

Apalagi ketika kemudian mbak Adel menganalisa tipe kepribadianku dan akibat yang mungkin muncul kalau depresi ini berkepanjangan. Lalu akupun (sedikit) bercerita. Sedikit, sangat sedikit. Tanpa merujuk objek dan subjek. Bener-bener di permukaan. Tapi semua analisanya sesuai dengan apa yang kualami dan usaha apa yang sudah berusaha aku lakukan sampai saat ini. Whew.

Lalu dia menyarankanku untuk terus melakukan usaha yang aku lakukan. Di akhir pembicaraan kami, Mbak Adel berkata :

“Ngga ada yang kebetulan di dunia ini.”

Lalu aku melongo. Dazed and confused, i still am.

that kind of SKY

dila curcol July 27th, 2009

hampir setaunan dapet jadwal siaran subuh hari Sabtu. ah how i miss the old-old-old times. tapi jadwal yang baru engga lagi… jadilah Sabtu kemaren aku berkendara (hayah!) di pagi hari dengan matahari sudah bersinar, ngga pas gelap gulita gitu. ternyata jalanan di Sabtu pagi kaya’ hari Minggu yah. sepi-sepi rame gitu deh (lho?)

sebage gantinya sekarang siaran Senin. hari ini pas berangkat, ketemu beberapa hal yang biasa aku temui kalo berangkat subuh…

… seorang bapak sepuh di deket rumah yang selalu berjalan-jalan pelan-pelan bolak-balik, dengan sweater tua, celana gombrong dan topi SMA (yang selalu memberiku rasa haru menjalar di dada setiap melihatnya)…

… ibu penyapu jalan di daerah Gergaji dengan baju kuning menyala, topi, dan kaos kaki, yang menyapu dengan takzim di bawah pohon-pohon peneduh jalan…

… empat orang cewe twenty something (yang sepertinya BFF) dengan setelan jalan-jalan pagi yang keluar dari gang daerah Menteri Supeno ke arah Simpang lima…

… kelompok 8-10 orang bapak ibu lanjut usia (tapi yang ini tampak cukup ‘the have’) yang berjalan pagi muterin pulau jalan sepanjang Pahlawan…

… bapak tukang becak yang tertidur bergelung sarung dalam becaknya di depan SMP 3, depan Mataram Sakti… dan semua bapak-bapak tukang becak di sepanjang jalan Mataram…

ah, nikmat-NYA yang manakah yang bisa kudustakan?

dan pagi buta tadi, sambil menggigil berkendara aku mendongak keatas (kok bahaya?) aku melihat…

… bulan sabit, langit biru dan banyak, banyak bintang.

yes, that kind of sky, dear…

l o n g i n g

dila curcol July 23rd, 2009

pardon me for abandoned this blog for a while. yes it’s more than 3 weeks since i wrote the last post. there’s couple of matters happened, and those aren’t the good ones. so i literally lost my passion for writing. and doing anything. but i forced myself to doing all of my obligations -which feels like chewing a shitload of sand- because world won’t wait until my wound heals.

so here i am, in my lowest point of my life, my quarter-life syndroms, which i can’t explain it precisely, unless you feel it by yourself. feeling insecure in every aspect of my life. so fragile, got nothing to be proud of. when i’m in my teenage, i recall i’d ever felt this way. the time when i can’t had my own will, felt alone, and had to adjust with everything. not to mention it’s an easy way, because the circumstances rarely instantly fit into myself, like it works to everybody. so i’m being used with it, in pain.

then i learn to share my pain, which is a rough way to do. it really is. then i thought i was secure enough. because i just wanted to be happy.

but i don’t even know that i’m not going everywhere. matter of fact, i’m degrading, closer to the edge and almost falling down. why now when i’m in the most fragile phase of my life?

folks said, i’m strong enough, so i should’ve hold on, like I always did.
i’m trying. i really do. but i doubt that, cause i’m so dying now. i’m just a girl, dazed and confused. this time i have problem to recollect my strength. my spirit just fade away. i can’t really put my head over everything. i’m being so lame, such a jerk in my workplace and my social life. i’m paralized. longing for my other half.

So now i bended my knees all over again. Through my day, my night, my every breath. Because only the Almighty can take the lead.

QS. Faatir (35) : 2
“Whatever Allah grants to men of Allah’s mercy, there is none to withhold it, and what Allah’s withholds there is none to send it forth after that, and Allah is the Mighty, the Wise”

rasanya…

dila curcol July 1st, 2009

——–

——–

——–

… begitu sendirian.

review YANG TERTUNDA part #1

dila curcol, just our thoughts June 30th, 2009

film-film berikut menemani my clueless time semingguan kemaren. Tapi ngga aku review semua sekarang deh. Mepet nih waktunya.. Mo siaran. Yasud, ini dia fast review-ala-saya.. get set.. GO!

THE SPIRIT

Baru nonton semalem… Kalo secara aspek mise-en-scene huahhh, mataku tersenyum senang (lho?)… Habisan, ini dari novel grafisnya Will Eisner dan sutradaranya Frank Miller, jadinya begitu 300. Me likey lah! Soal ceritanya, memang agak quirky, tapi justru jadi sangat komikal. Nge-cult gitu deh. Jadi senyum-senyum sendiri nontonnya. Jangan ikuti hatimu yang berkata “Ih, kok aneh begini?”.. Nikmati aja, justru disitu bagusnya film ini… The Spirit yang begitu promiscuous, dengan cewe dimana-mana, bahkan malaikat kematianpun mupeng sama dia. Aku paling suka karakter Silken Floss. Hahahaha. Kapan lagi liat Scarlett Johansson pake baju Nazi, baju suster, baju Geisha tapi act sceptically-seductive as mad-professor’s assistant, Dr. Octopus? See this movie. Oke next!

BEDTIME STORIES

Lumayan lucu nih film, ringan, entertaining, dan komedinya verbal. Beberapa kali ketawa di kalimat-kalimat tertentu. Nah, ini nih, ada satu cerita. Kan aku nonton yang versi VCD pinjem di Ezy. Ada satu scene pas Skeeter cerita sama ponakan-ponakannya, Bobbi dan Patrick dia pake kata (kalo ngga salah denger sih) “underestimate”, maksudnya “meremehkan”. Secara si ponakan masih kecil, dia belibet ngomongnya, jadi dia bilang “what is undesmetimate?”. Nah si translatornya nerjemahin dialog si ponakan dengan “apa itu memehmehkan?”. Hahahaha, ngakak. Kreatip tuh translatornya!

Segitu dulu ah, aku mo siaran dulu ya.. Besok dilanjooot lagi. See ya!

kala SENJA TIBA…

dila curcol, mockingmockingmocking June 29th, 2009

… biasanya aku baru bisa kerja (non-siaran) yang efektif. Kaya’ sekarang, ide tiba-tiba nongol, ngetik tiba-tiba lancar. Padahal sepagian tadi kepala rasanya buntu. ARGGH. Padahal udah jam pulang, udah pengen pulang. But I have to finish these shit first. SIGH.

LEFT ME CLUELESS all over again..

dila curcol June 29th, 2009

Calm down
Deep breaths
And get yourself dressed instead
Of running around
And pulling all your threads saying
Breaking yourself up

If it’s a broken part, replace it
But, if it’s a broken arm then brace it
If it’s a broken heart then face it

And hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your own name
And go your own way

And everything will be fine
Everything will be fine

Hang on
Help is on the way
Stay strong
I’m doing everything

Hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your name
And go your own way

And everything, everything will be fine
Everything

Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?

Are the things that make you blow
Hell, no reason, go on and scream
If you’re shocked it’s just the fault
Of faulty manufacturing.

Yeah everything will be fine
Everything in no time at all
Everything

Hold your own
And know your name
And go your own way

Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?

Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Is it Mother Nature’s sewing machine?

Are the things that make you blow
Hell no reason go on and scream
If you’re shocked it’s just the fault
Of faulty manufacturing

Everything will be fine
Everything in no time at all
Hearts will hold

**Details In The Fabrics - Jason Mraz f/ James Morrison

GELI banget deh…

dila curcol June 26th, 2009

… Sama seseorang yang… udah OBVIOUSLY begini, tapi masih aja ngaku begitu. The worst thing is, this person still trying sooooo hard making a fake scene to cover up another fake, which made that fakery even more obviously fake… Well, faking wont get you anywhere, my dear.

Jiahahahaha. Huduhh. Geli banget deh.

—-

—-

massive attack of the CYBERTRONIANS

dila curcol, just our thoughts June 26th, 2009

So this is the story. Rabu malem kemaren aku nonton TRANSFORMERS : REVENGE OF THE FALLEN. Sendirian, jam setengah 7 malem. Mau pamitan dulu sama si monyong tapi ditelpon susah bener. Akhirnya aku berangkat, for the sake of review ILFIL hari Kamisnya.

Am kinda lucky, berhubung hari itu premiere jadi memang nyari tiket susahnya minta ampun. Berhubung cuma nyari 1 seat, sama mas Indra yang ngebantuin, bisalah aku disempilin di tengah-tengah. Sampe di bioskop nyaris aja telat, untungnya engga. Dapet tempat duduk lumayan enak jarak pandangnya. Di sebelah kiriku segerombolan mahasiswa yang cekakak cekikik, di sebelah kananku adalah pasangan ekspat dari… India? Soalnya yang cowo pake surban. Yes, truly surban. Yang cewenya sih kasual aja. Si cowo sibuk memainkan communicatornya. Yah sudahlah. Aku menikmati kesendirianku. Duduk manis, men-silent hape.

And the movie begun. Satu kata aja buat nih film : JAWDROPPING a.k.a marai ngowoh thok! Gila ya nih film, robotnya tambah buanyak, keren-keren semua.. pusing! Maksudnya pusing yang stunning gitu lho. Mata mo ngikutin detil transformasinya tuh ampe ngga bisa. Berantemnya, kejar-kejarannya. Anjrit. Rusak. RUSAK SEMUANYA. Sinting emang nih Michael Bay. I’ve got NOTHING to said. Kamu yang naksir Transformers pertama, harus secepatnya nonton film edun ini.

Kalo dulu di film Transformers yang pertama robot favoritku adalah STARSCREAM dan BLACKOUT. Nah disini, yang gagah lebih buanyak lagi. Tapi hampir semuanya Decepticon. Hehehe, abis yang Autobots-nya warna-warni sih, jadi kurang ’serem’ gituh! Yah, sebage penanda baik jahatnya sih ya. Mari mari.. ini dia parade robot-robot favorit saya :

STARSCREAM

IRONHIDE

RAVAGE

SIDESWIPE

SCORPONOK

and finally… DEVASTATOR!!

Tapiiiiii… Yang berasa janggal buatku di film ini adalah aspek kausalitasnya yang rasanya… Adaaaa aja. Atau.. diada-adain? Segala macem *SPOILER ALERT* pecahan Allspark yang ketinggalan, kebangkitan Megatron, kematian Optimus Prime, petunjuk dari Jetfire, keberadaan Matrix, origin ras Prime di bumi, aktivasi Sun Harvester… Seems.. Adaaaa aja. Ngga tau deh gimana bilangnya. Yang pasti selama nonton di kepalaku rasanya ngga berenti bilang : Waduh, adaaa aja. Belom sampe ke taraf maksa sih. Cuman kok… adaaaa aja. Banyak cliche-nya gitu lho. Tapi tenang aja. Itu semua mungkin hanya perasaanku belaka (hayah). Ngga mengurangi kenikmatan nonton film ini yang memang nikmat banget. Sangat memanjakan that-little-boy-inside-your-mind.

Oh iya, ada satu pertanyaanku. Kenapa itu para Cybertronian kalo pas jadi vehicle kinclong, tapi pas jadi robot nampak begitu rusty? Hehehe, biar keren aja kali ya. Pokoknya saya puas. Sayangnya sempat terganggu sama beberapa hal ngga penting. Seperti :

  • mbak-mbak di sebelah saya yang sempat-sempatnya SMS-an ketika Pretender lagi ngejar-ngejar Sam dan Mikaela di kampus. Dan dia masih terus SMS-an, selalu di saat-saat seru.
  • bapak-bapak bersurban di sebelah yang telponan : “iya iya, saya lagi nonton, nanti saya telpon lagi. iya-iya. iya. nanti saya telpon lagi”. Dia telponan beberapa kali, dan yang terakhir dia ngangkat telpon sambil jalan keluar teater.
  • begitu buanyak orang yang bolak-balik ke kamar mandi sambil jalan pelan-pelan. Udah ngalangin, bikin hasrat pengen pipisku juga semakin memuncak di saat-saat terakhir. Tapi, Devastatornya lagi manjat piramid masa ditinggal pipis?
  • anak kecil di baris duepannn yang ngga brenti-brenti nanya : “Mah, ini robotnya kenapa? Pah, itu siapa?”. Ini sih yang tega ortunya. Udah si anak disuruh ngedongak, MPAA juga bilang ini ratingnya “PG-13 : Parent’s strongly cautioned, some material maybe inappropriate for children under 13 for intense sequences of sci-fi action violence, language, some crude and sexual material, and brief drug material.” But like they care.. Papah mamah kan pengen nonton?

…dan hal-hal sejenis yang agak mendistract acara nontonnya. Begitulah suasana nonton hari-hari pertama. Banyak yang euforia doang, padahal mungkin ngga pengen-pengen amat nontonnya. Sayang sekali. Padahal yang beneran pengen nonton kan banyak…